Kembali jadi sosok yang apatis terhadap politik

Kembali jadi sosok yang apatis terhadap politik

  • 0
Beberapa waktu lalu menjelang pemilihan pemimpin baru Nusantara, saya mulai belajar membuka diri terhadap politik yang saya bayangkan akan menjadi lebih baik setidaknya untuk 5 tahun kedepan. Anda tentu dapat melihat betapa keruh persaingan politik yang terjadi pasca pemilu tersebut, dan mental penggiatnya masih sama saja seperti sebelum - sebelumnya.

Saya memiliki harapan besar waktu itu, namun tidak lagi untuk sekarang.. tak lagi mau berfikir tentang politik, iya benar.... semua yang kita makan, semua yang kita beli, semua yang kita tiduri diatur oleh para politikus. Anda fikir mereka peduli terhadap kita? ya sebagian ada yang peduli, namun anda tak lagi dapat melihat siapa yang benar - benar peduli dan siapa yang hanya peduli kepada golongannya sendiri. Masih berharap pada negara?

Anda hanya perlu sedikit berfikir logis untuk dapat melihat betapa busuknya mereka, anda dilahirkan untuk menjadi dungu terhadap politik, itulah kenyataan yang harus anda terima. Suatu saat anda tersadar, anda mungkin akan berkata
Kenapa saya baru sadar sekarang?
Dan akhirnya segala harapan saat anda tersadar itu hanyalah sia - sia, negeri ini bagaikan pohon beringin yang telah dipenuhi benalu yang mengaku ingin melindungi kulitnya dari sinar UV yang berbahaya, padahal benalu hanyalah tanaman parasit yang hanya mau menghisap inti sari darinya. Namun bukan berarti tak ada harapan... Anda bisa merubahnya di masa depan, iya anda, karena saya sudah muak dengan politik.
Terus berkarya, terus bekerja, jangan berharap pada negara
Setidaknya gunakan logikamu sedikit saja..

Setidaknya gunakan logikamu sedikit saja..

  • 0
Tanpa mengurangi rasa cintaku pada tanah air, sebenarnya kalau mau meluangkan sedikit waktu untuk belajar, duit di internet itu berserakan dimana mana... dan jika lebih legowo untuk membuka "sedikit" wawasan untuk tidak terlalu fanatik sama anti mamerika... kehidupan anda tak akan terpengaruh atas naik turunnya harga dolar atau naiknya harga BBM, justru anda akan bingung pada akhirnya
Harus bahagia atau sedih saat harga dolar naik :v
Coba fikirkan lagi statement anda.

BTW, ini foto saat di sabana 1 merbabu beberapa waktu lalu.. keren kan? ini salah satu caraku menghibur diri menikmati indahnya Nusantara biar ndak setres mikir bondo dunyo...

Manusia dan keinginannya...

  • 0

Sebagian orang membeli sepeda pertamaanya disaat sebagian orang telah bosan dengan motor bututnya, Sebagian orang membeli mobil pertamanya disaat sebagian orang telah bosan naik pesawat jet pribadi.

Dan akhirnya rasa puas itu hanyalah semu, sedangkan rasa yang nyata adalah cukup...

Pecicilan neng alas (Jowo only)

  • 0
Iki ngono video ndek poso wingi, ha timbangane di iseni nganggo hal-hal gak mutu lan ngelongi pahala, ha mending tril trilan nang ngendut sopo ngerti suk nak wis gedhe iso dadi pembalap tenanan.

Iso ngetril, ning ojo ngetrilne duite rakyat lho sing nggenah ae...

Analis dan Programer

  • 0

Jabatan programmer selalu berada
dibawah Sistem Analis. Dia hanya menerima instruksi membuat program saja, bukan menginisiasi rencana pembuatan sistem secara keseluruhan. Walau kenyataannya seorang Sistem Analis pun kebanyakan berawal dari seorang programmer, tapi SKILL menganalisa sistem, mendesain konsep, sampai mendokumentasikan program harus selalu diasah.

Singkatnya, kalau programmer senantiasa menghindari MASALAH agar mndapat SOLUSI, sedangkan sistem analis justru mencari MASALAH untuk dibuatkan SOLUSI nya.

Programmer --> Solusi = Uang
Sistem Analis --> Masalah = Uang

Baahahahaa... Amburegul.. Ameseyuuu... *nyanyi2

Batas!

Batas!

  • 0
Yang mengubah orang adalah BATAS! Batas yang paling jelas adalah MATI! Oleh sebab itu nasihat paling baik adalah kematian, karena ia satu-satunya batas yang tidak bisa diperpanjang. Orang yang kecanduan mencuri pasti berhenti, pilihannya cuma 2:
atas kehendaknya sendiri, atau mati
Setiap saat, ajari diri kita tahu diri, dan tahu batas.
Di reblog dari : tahu-diri-tahu-batas